{puisi spontan lagi...}
ANDAIKAN... TAPI... ENTAHLAH...
19-9-16
Andaikan...
Ia diam saja
Tak menerus mendorongku
Tak melulu mendesakku
Padahal aku ingin diam
Menikmati masa-masa itu
Terdiam menatap kapas-kapas berwarna
Tak menahu perkara cicak-buaya
Tak peduli dalam dangkalnya
Hanya tersenyum, menangis, tertawa...
Tapi...
Aku tetap berjalan juga
Mulai iri dengan pohon
Yang hanya perlu diam
Tak perlu mendidih otaknya
Tak perlu gugup kakinya
Ragu mana kanan mana kiri
Bimbang mana depan mana belakang
Yang katanya hanya masalah perspektif
Tapi katanya itu dengan emosi!
Entahlah...
Aku hanya ingin tidur
Tapi takut tidur juga
Yang katanya sangat lama
Yang katanya selamanya
Dan katanya saat bangun nanti
Mata kaki bisa melihat
Lidah sepatu bisa berkata
Wajar kan aku takut?
Terus kenapa aku masih tergoda?
Kenapa juga aku masih menawar?
Walau kini tahu mana kanan mana kiri
Tapi senyum saja saat dipanggil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar