Dewasa ini, di masa yang mayoritas masyarakat Indonesia akan
sebut sebagai masa-masa damai, orang-orang mulai melupakan kelamnya sejarah
dunia. Seakan dunia ini memang sedari dulu damai, tak perlu lagi kita membahas
hal-hal semacam penjajahan yang justru akan membuat retaknya hubungan Indonesia
dengan Negara-negara asing. Penjajahan hanya sejarah, pembahasan mengenainya
sama saja dengan memendam dendam. Namun
benarkah demikian?
Presiden
Indonesia, Ir. Joko Widodo telah mendeklarasikan bahwa bangsa Indonesia
menantang penjajahan Israel atas Palestina pada pidato sambutan pembukaan KTT
OKI 2016. Hal ini secara terang-terangan menyatakan bahwa penjajahan di dunia
belum dihapuskan ditegakkan, atau lebih tepat bila saya katakan bahwa ‘penjajahan
yang nyata tampak’ di dunia belum sepenuhnya dihapuskan. Sikap Indonesia selama
ini pada Papua Barat juga patut dipertanyakan mengenai keterkaitannya dengan
kata penjajahan atau tidak. Singkatnya, penjajahan jelas masih ada, bukan hanya
merupakan fakta-fakta sejarah yang selama ini hanya sebatas kumpulan teks di
atas kertas buku sejarah yang sudah penuh dengan air liur murid-murid
Indonesia.
Lebih
jauh lagi, mari kita renungkan. Apakah ada manusia di dunia ini yang bisa
menjamin bahwa kedamaian dunia, setidaknya tanpa adanya perang fisik yang
menyeret Indonesia ke dalamnya secara langsung, yang kita nikmati saat ini
dapat bertahan selamanya? Siapa yang bisa menjamin bekas-bekas penjajah itu
tidak akan berbuat sedemikian rupa lagi di masa yang akan datang, entah berapa
generasi ke depannya. Siapa juga yang bisa menyangkal akan datangnya
penjajah-penjajah baru yang tidak pernah diduga seperti Jepang yang tiba-tiba
bangkit setelah restorasi Meiji. SIapa juga yang bisa menyangkal Indonesia
entah berapa dekade setelah artikel ini dibuat tidak akan menjajah Negara lain?
Untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak mengenakkan telinga ini, saya
rasa pembahasan mengenai penjajahan dibutuhkan, entah di masa damai atau
terlebih lagi dii masa perang.
Setidaknya
hal-hal yang saya sampaikan di atas cukup menjadi desakan atas dibutuhkannya
pembahasan mengenai topik penjajahan ini. Tentunya masih banyak alasan lagi,
yang akan kami bahas dalam kajian bertema “Penjajahan, Masih Perlu Dibahas?”
Pertanyaannya, menurut anda, masih perlukah penjajahan dibahas?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar