Rabu, 09 November 2016

Kajian Mengenai Penjajahan

               Dewasa ini, di masa yang mayoritas masyarakat Indonesia akan sebut sebagai masa-masa damai, orang-orang mulai melupakan kelamnya sejarah dunia. Seakan dunia ini memang sedari dulu damai, tak perlu lagi kita membahas hal-hal semacam penjajahan yang justru akan membuat retaknya hubungan Indonesia dengan Negara-negara asing. Penjajahan hanya sejarah, pembahasan mengenainya sama saja dengan memendam dendam.  Namun benarkah demikian?

                Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo telah mendeklarasikan bahwa bangsa Indonesia menantang penjajahan Israel atas Palestina pada pidato sambutan pembukaan KTT OKI 2016. Hal ini secara terang-terangan menyatakan bahwa penjajahan di dunia belum dihapuskan ditegakkan, atau lebih tepat bila saya katakan bahwa ‘penjajahan yang nyata tampak’ di dunia belum sepenuhnya dihapuskan. Sikap Indonesia selama ini pada Papua Barat juga patut dipertanyakan mengenai keterkaitannya dengan kata penjajahan atau tidak. Singkatnya, penjajahan jelas masih ada, bukan hanya merupakan fakta-fakta sejarah yang selama ini hanya sebatas kumpulan teks di atas kertas buku sejarah yang sudah penuh dengan air liur murid-murid Indonesia.

                Lebih jauh lagi, mari kita renungkan. Apakah ada manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa kedamaian dunia, setidaknya tanpa adanya perang fisik yang menyeret Indonesia ke dalamnya secara langsung, yang kita nikmati saat ini dapat bertahan selamanya? Siapa yang bisa menjamin bekas-bekas penjajah itu tidak akan berbuat sedemikian rupa lagi di masa yang akan datang, entah berapa generasi ke depannya. Siapa juga yang bisa menyangkal akan datangnya penjajah-penjajah baru yang tidak pernah diduga seperti Jepang yang tiba-tiba bangkit setelah restorasi Meiji. SIapa juga yang bisa menyangkal Indonesia entah berapa dekade setelah artikel ini dibuat tidak akan menjajah Negara lain? Untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak mengenakkan telinga ini, saya rasa pembahasan mengenai penjajahan dibutuhkan, entah di masa damai atau terlebih lagi dii masa perang.


                Setidaknya hal-hal yang saya sampaikan di atas cukup menjadi desakan atas dibutuhkannya pembahasan mengenai topik penjajahan ini. Tentunya masih banyak alasan lagi, yang akan kami bahas dalam kajian bertema “Penjajahan, Masih Perlu Dibahas?” Pertanyaannya, menurut anda, masih perlukah penjajahan dibahas? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar